Jumat, 04 Desember 2015

Saling terbiasa

              Tahukah kaunya aku 
Ketika rindu meronta
Apalah daya daun kering berguguran
Dengan pasrah menanti angin
Karna air tak lagi menjadi hiasan
Hingga semua jadi kelabu
Tak berwarna bermuka masam
Seperti kaunya aku dan akunya kau
Terbiasa tanpa warna
Terbiasa tanpa cerita
Terbiasa tanpa legitnya kisah
Terbiasa tanpa sapaan mesra
Terbiasa tanpa alunan suara
Terbiasa tanpa senyum indah
Terbiasa tanpa kehangatan
Terbiasa tanpa kebohongana
Namun terbiasa saling percaya
Terbiasa saling sadar
Terbiasa saling setia
Terbiasa merasakan rindu hingga melumut
Hingga saling terbiasa tanpa aku ataupun kau
Kini tanpa adanya itu kitapun tetap ada
Percaya, jarak ini hanya sementara
Waktulah yang selamanya
Namun ingat tak ada yang abadi kecuali DIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar