Rabu, 16 Desember 2015

INDONESIA merah putih

Bagaimana negeri ini bisa berdiri kokoh tanpa ragu. Ku termenung di ujung maghrib kali ini, apakah hamba sudah berarti untuk negeri tercinta ini, apakah hamba telah nyata-nyata mencintai tanah air hamba sendiri.
Begitu banyak ingatan tentang sejarah, tanpa sadar ku tlah berusaha melihat masa yang amat sulit bagi Indonesia, dimana kekerasan menerkam tanpa henti, kelaparan mencekik setiap nafas, kemiskinan menjadi sebuah takdir, maka matipun menjadi hal yang fardhu terjadi di setiap inci kehidupan.
Lalu apa artinya hamba, debu saja masih berarti penting untuk mempertahankan kehidupan pejuang. Lebih begitu hinakah hamba daripada debu, hanya mampu terus menerus mencaci para pejabat pemerintah yang berperan untuk republik. Hanya berperan menikmati kemerdekaan. Hanya terpaku dalam kediaman diujung bangku peekuliahan.
Kini aku sadar dan paham bahwa " apa yang sudah kuberikan pada negri ku, bukan apa yang sudah diberikan negri dan seluruh tata pemerintahan negri ini untukku " ?
Move on kawan, kau sudah dewasa, kau generasi yang diharapkan mereka, bukan sebagai pengecut tapi sebagai pejuang yang siap kalah juga menang.
Kumulai langkahku kini, menjadi berarti untuk yang aku cintai, terutama untuk negriku tercinta INDONESIA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar